Selasa, 26 November 2019

Wajib Tahu! Rokok vs Vape, Mana yang Lebih Aman?



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Hello semua!
Apa kabar readers blog ini hari ini? Mimin doakan supaya kita semua dilimpahkan nikmat kesehatan dan kesejahteraan lahir dan bathin, aamiin. Nah, sekarang mimin mau berbagi informasi nih tentang apa sih bedanya rokok biasa dengan rokok elektrik (vape) serta bahaya dan dampaknya bagi kesehatan. Yuk simak pembahasannya!

Pengertian Rokok dan Vape

Seperti yang terdapat di dalam Permenkes 39 Tahun 2016, ada 12 Indikator Keluarga Sehat yang salah satunya adalah Tidak ada anggota keluaraga yang merokok (Poin nomor 4). 



Untuk itu kita harus menekan angka pengguna rokok dan sejenisnya demi menyukseskan program pemerintah ini.

Rokok adalah lintingan atau gulungan tembakau yang digulung / dibungkus dengan kertas, daun, atau kulit jagung, sebesar  kelingking dengan panjang 8-10 cm, biasanya dihisap seseorang setelah dibakar ujungnya. Rokok merupakan pabrik bahan kimia berbahaya. Hanya dengan membakar dan menghisap sebatang rokok saja, dapat diproduksi lebih dari 4000 jenis bahan kimia. 400 diantaranya beracun dan 40 diantaranya bisa berakumulasi dalam tubuh dan dapat menyebabkan kanker.

Sedangkan, vape atau rokok elektrik adalah salah satu jenis dari penghantar nikotin elektronik. Rokok jenis ini dirancang untuk membantu pecandu rokok tembakau mulai berhenti merokok. Dengan beralih dari rokok tembakau ke rokok elektrik, secara perlahan mereka belajar untuk berhenti merokok.
Rokok jenis ini terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran, tetapi terdapat tiga komponen utama dalam rokok elektrik, yaitu baterai, elemen pemanas, dan tabung yang berisi cairan (cartridge). Cairan dalam tabung ini mengandung nikotin, propilen glikol atau gliserin, serta penambah rasa, seperti rasa buah-buahan dan cokelat. Beberapa rokok elektrik memiliki baterai dan cartridge yang dapat diisi ulang.
Rokok elektrik bekerja dengan cara memanaskan cairan yang ada dalam tabung dan kemudian menghasilkan uap seperti asap yang umumnya mengandung berbagai zat kimia. Pengguna mengisap zat kimia ini langsung dari corongnya.

Zat

Rokok

Dalam sebatang rokok terdapat 7000 bahan kimia dalam sekali pembakaran dan ada beberapa zat yang akan menjadi aktif dan akan merusak badan kita, dimana >60 bahan kimia merupakan penyebab kanker.
1. Nikotin, adalah zat yang membuat kecanduan dan merupakan alasan banyak orang tidak dapat berhenti merokok.
2. TAR, adalah zat penyebab kanker dan bersifat karsinogenik. Zat ini lengket dan berwarna coklat, inilah yang meneybabkan gigi dan kuku perokok itu menjadi kuning, begitu juga pada paru-paru perokok yang berubah warna menjadi gelap.
3. Karbon monoksida, zat ini dapat menggantikan oksigen yang seharusnya tersirkulasikan di dalam darah, dengan diikatnya oleh hemoglobin, sehingga lama-kelamaan darah menjadi kental dan untuk kegiatan yang butuh banyak oksigen, seperti berlari, otak, paru-paru dan jantung kebagian sedikit oksigen sehingga berakibat fatal.

Vape

Vape menghasilkan aerosol tanpa TAR karena vaping tidak melibatkan pembakaran tembakau. Vaping mengubah cairan tertentu menjadi aerosol dimana kandungan cairan berikut merupakan bahan-bahan yang biasa digunakan pada makanan dan obat-obatan, sehingga banyak orang yang berhenti merokok dan beralih ke Vape. Berikut bahan-bahan yang biasanya ada di dalam cairan vape:
1. Propylene Glycol
2. Vegetable Glycerin
3. Nicotine

Menurut riset,
90% Perokok menyesal merokok
80% Perokok pernah mencoba berhent setidaknya 1x
DrKonstantinos Farsalinos (Balmford & Borland,2008)

Pada kenyatannya sangat sedikit yang berhenti merokok karena ditarik lagi oleh nikotin untuk merokok lagi. Hal ini tentu sangat membuat perokok menderita. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk berhenti merokok seperti:

  • Menggunakan nicotine patch 
  • Memakan gum (permen karet)
  • dan Hipnotis

Bahaya dan Dampak

Dibandingkan dengan Vape, rokok memang lebih mahal karena perokok akan membeli dalam hitungan bungkus rokok perharinya. Sedangkan vape, mahalnya hanya ketika kita membeli alatnya saja dan akan lebih murah untuk kedapannya karena hanya perlu membeli liquidnya dengan harga yang cukup terjangkau.

Bahaya rokok:
  • Mulut dan tenggorokan bau mulut dan gigi bernoda merupakan efek yang akan timbul akibat merokok. Penyakit gusi dan kerusakan indera perasa pun dapat timbul akibat bahaya merokok. Masalah serius yang akan hinggap pada mulut dan tenggorokan adalah meningkatnya risiko kanker pada lidah, tenggorokan, bibir, dan pita suara.
  • Paru-paru. Salah satu efek paling berbahaya akibat merokok adalah kanker paru-paru. Bahan-bahan kimia pada rokok berpotensi merusak sel paru-paru yang kemudian bisa berubah menjadi sel kanker. Penyakit serius lainnya yang bisa Anda alami adalah bronkitis, pneumonia, dan emfisema.
  • Lambung. Merokok bisa melemahkan otot yang mengontrol bagian bawah kerongkongan Anda. Hal tersebut memungkinkan asam dari lambung bergerak ke arah yang salah, yaitu naik ke kerongkongan. Kondisi tersebut dinamakan penyakit asam lambung atau GERD. Beberapa risiko penyakit lambung lainnya yang dapat terjadi pada seorang perokok adalah ulkus atau tukak lambung dan kanker lambung.
  • Tulang. Racun pada rokok bisa menimbulkan kerapuhan pada tulang. Oleh sebab itu, perokok lebih berisiko mengalami tulang rapuh atau osteoporosis. Wanita perokok lebih rentan menderita osteoporosis dibanding dengan wanita bukan perokok.
  • Kulit. Perokok akan terlihat lebih tua daripada yang bukan perokok, karena kurangnya asupan oksigen ke kulit. Penuaan dini akan dirasakan, seperti kemunculan kerutan di sekitar mata dan mulut. Racun rokok juga bisa menyebabkan selulit pada kulit.
  • Organ reproduksi. Merokok bisa mengganggu sistem reproduksi dan kesuburan Anda. Pada pria, merokok bisa menyebabkan impotensi, mengurangi produksi sperma, dan kanker testis. Sementara pada wanita, merokok dapat mengurangi kesuburan. Selain itu, risiko terkena kanker serviks pun lebih tinggi karena rokok mengurangi kemampuan alami tubuh dalam melawan infeksi human papillomavirus atau HPV.
Selain penyakit pada fisik, perokok juga mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok. Selama ini mungkin Anda mengira merokok bisa membuat lebih rileks. Anda menganggap kandungan nikotin bisa menenangkan pikiran Anda, tapi ternyata itu salah. Yang membuat perokok gelisah dan cemas adalah gejala putus obat terhadap nikotin. Dengan merokok, kecanduan terhadap nikotin akan terpenuhi dan perokok merasa seperti rokok tersebut menurunkan stres. 

Di sisi lain, kematian seorang pemuda di Belgia dan berbagai laporan tentang penyakit yang disebabkan vaping di Filipina dan sejumlah negara lain memicu seruan supaya diambil tindakan. 

WHO sangat cemas bahwa peralatan vaping atau rokok elektronik itu terus dipasarkan sebagai produk yang sehat dan bisa melepaskan ketergantungan pada rokok dan nikotin yang biasa. Kata juru bicara WHO Christian Lindmeier, klaim kesehatan yang diajukan oleh para pembuat rokok elektronik itu tidak ada buktinya. Demikian dikutip dari VOA Indonesia, Senin (18/11/2019).

Amerika Serikat sudah berencana untuk melarang penggunaan Vape, sebagian negara bahkan sudah melarang penggunaannya, yaitu:
  • Negara yang sudah melarang: Uruguay, Thailand, Brunei Darussalam, Brazil, Kamboja, Filipina, Vietman, Yordania, Oman, Qatar dan Lebanon.
  • Negara yang melarang sebagian: Australia, Jepang, India, dan Hong Kong.

Lembaga yang menyatakan bahwa Vape bukan merupakan pengganti rokok konvensional:
  • WHO 
  • Komite Penegndalian Tembakau Masyarat Respirasi Eropa
  • John Hopkins Ciccarone Center
  • Food and drug Administration
Public Health England juga tidak menganjurkan teruntuk yang bukan pengguna vape untuk  tidak mencoba.

Sampai blog ini diterbitkan status keamanan vape masih belum diketahui dalam jangka panjang. Bahkan WHO telah mengantakan kepada produksi vape untuk tidak menganjurkan produknya sebagai alat pengganti rokok karena belum  didukung  dengan bukti ilmiah kuat Untuk dampak dari penggunaan vape kita perlu menunggu beberapa tahun lagi untuk melihatnyaLantaran hal tersebut, WHO menganjurkan supaya segera dimulai studi jangka panjang tentang dampak penggunaan nikotin lewat rokok elektronik.

Kesimpulan

Berdasarkan fakta di lapangan, pada dasarnya merokok dan vaping memiliki dampak yang tidak baik bagi tubuh, untuk itu akan lebih baik jika kita tidak mengikuti (untuk yang belum pernah mencoba) dan berhenti (untuk yang sudah terlanjur mencoba) serta menjauhi kegiatan ini dengan hal-hal yang lebih bermanfaat. Seperti berolahraga, mendekatkan diri pada agama, dan lain sebaginya.

Nah, sampai disini dulu ya penjelasan dari mimin tentang rokok dan vape, semoga apa yang telah kita bahas kali ini bermafaat bagi kita semua, aamiin. Sampai jumpa di blog selanjutnyaa:) Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.


Sumber:



Dosen Pengampu: Emy Leonita, S.K.M., M.P.H.

Najwa Syiba Hansyaf (1911212056)
Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas




27 komentar:

  1. Wahh sangat informatif dan bermanfaat, terimakasih min

    BalasHapus
  2. Baguss sekaliii, membuat ku tidak ingin merokok atau ngevapee ❤️❤️

    BalasHapus
  3. terimakasih infonyaa, semangat ♥️

    BalasHapus
  4. Ilmu yang sangat bermanfaat, untuk muda mudi sebaiknya tidak mencoba merokok baik itu dengan rokok batangan ataupun rokok elektrik

    BalasHapus
  5. Walaupun tidak, bisa la untuk menampar tumannya orang lain :")

    BalasHapus
  6. Syukron infonya, sangat bermanfaat

    BalasHapus